Riwayat Candi Prambanan dari Masa ke Masa
Masa Kejayaan Candi Prambanan
Abad ke-9 sampai awal abad ke-10 adalah masa keemasan Candi Prambanan. Dalam periode ini, Prambanan menjadi pusat keagamaan utama di kawasan Jawa Tengah. Kegiatan keagamaan, upacara persembahan, hingga ritual besar dilakukan secara rutin di sini. Tidak hanya itu, candi ini juga menjadi rujukan arsitektur Hindu Jawa yang kemudian memengaruhi pembangunan candi-candi di daerah lain.
Namun, kejayaan itu tidak berlangsung lama. Perpindahan pusat kerajaan Mataram ke Jawa Timur di bawah pemerintahan Mpu Sindok menandai mulainya penurunan peran Prambanan. Alasannya cukup kompleks: dari bencana alam (seperti letusan Gunung Merapi), hingga konflik kekuasaan.
Runtuhnya Prambanan dan Penyebabnya
Setelah pusat pemerintahan berpindah ke Jawa Timur sekitar tahun 928 M, Candi Prambanan mulai ditinggalkan. Tapi runtuhnya secara fisik terjadi secara bertahap. Gempa bumi besar, letusan gunung, dan alam tropis yang cepat menelan bangunan yang terbengkalai menjadi kombinasi mematikan bagi kelestarian candi ini.
Lama-lama, bangunan megah itu tertutup oleh semak dan pepohonan. Penduduk sekitar pun nyaris melupakan keberadaan bangunan ini, kecuali melalui cerita rakyat seperti Roro Jonggrang. Di sinilah riwayat Candi Prambanan memasuki masa senyap selama berabad-abad, hingga akhirnya ditemukan kembali oleh kolonial Belanda.
Sejarah Asli Candi Prambanan: Fakta Vs Mitos
Legenda Roro Jonggrang dan Interpretasi Budaya
Siapa yang tidak kenal kisah Roro Jonggrang? Cerita tentang putri cantik yang menolak lamaran Bandung Bondowoso dan menipu demi menghindari pernikahan, hingga akhirnya dikutuk menjadi arca batu. Legenda ini hidup subur di masyarakat Jawa dan sering dikaitkan dengan salah satu arca di Candi Siwa.
Walaupun kisah ini bukan bagian dari data sejarah formal, tapi legenda tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat mencoba menjelaskan kemegahan sejarah Candi Prambanan lewat narasi yang lebih manusiawi dan emosional. Dalam budaya Jawa, ini adalah bentuk lokal wisdom—membumikan sesuatu yang besar menjadi kisah yang akrab dan penuh pesan moral.
Data Arkeologis Tentang Candi Prambanan
Sementara itu, dari sisi arkeologi, tidak ditemukan bukti langsung mengenai sosok Roro Jonggrang. Tapi data menunjukkan bahwa pembangunan Prambanan dilakukan secara bertahap oleh beberapa raja Wangsa Sanjaya, terutama Rakai Pikatan dan penerusnya. Relief-relief dan prasasti yang ditemukan di sekitar kompleks menjadi bukti kuat yang mendukung sejarah asli Candi Prambanan sebagai proyek kerajaan dengan skala luar biasa.
Analisis dari ahli arkeologi dan epigrafi menegaskan bahwa struktur dan ornamen di Candi Prambanan punya kesamaan dengan candi-candi Hindu India Selatan, terutama dari aliran Shaivisme. Ini menandakan adanya pertukaran budaya yang aktif antara India dan Jawa di masa lampau.


